Wisata di Bangkalan - Air Mata Ibu Arosbaya
Wisata di Bangkalan - Air Mata Ibu Arosbaya

Wisata di Bangkalan - Air Mata Ibu Arosbaya

Pulau Madura juga dikenal dengan sebutan pulau Seribu Masjid. Tentu bukan tanpa alasan, ini karena di pulau Madura, banyak sekali masjid masjid berdiri megah. Ternyata, ini mempunyai maksud dan tujuan tersendiri, sejarahnya pun cukup panjang. Selain itu, akibat dari banyaknya masjid di pulau Madura, terdapat pula banyak makam yang kerap menjadi wisata ziarah bagi pelancong religi.
air mata ibu madura Salah satu destinasi wisata di Bangkalan adalah wisata ziarah air mata ibu Arosbaya.

Diketahui, dari banyaknya tempat wisata di Bangkalan, salah satu yang menjadi favorit adalah air mata ibu arosbaya. Wisata ini berbentuk layaknya wisata ziarah lainnya, yakni berupa komplek pemakanan sakral dengan sejarah yang kental dan dipercaya menjadi tempat keramat sedari dulu.

Arosbaya sendiri merupakan kecamatan yang letaknya termasuk dalam kabupaten Bangkalan.

Nama lain dari tempat wisata ini adalah Pesarean Aer Mata Ebuh atau bisa juga disebut dengan Makam Rato Ebu. Letak persis wisata ini ada di desa Buduran Arosbaya. Dengan segala kelebihannya, sejarahnya sangat panjang sekali wisata di Bangkalan ini. Disini, nilai sejarahnya mempunyai nilai teramat penting untuk warga lokal dan juga peziarah yang datang dengan tujuan tertentu.

Bila menelisik artinya dalam bahasa Madura, arti dari Rato Ebhu adalah Syarifah Ambami. Ia adalah sosok dari istri Raden Praseno, seorang penguasa pulau Madura jaman dulu dengan gelar Cakraningrat I. Panjang cerita dan sejarahnya, wisata air mata ibu Arosbaya amat terkenal dan sangat mempunyai nilai spiritual yang tinggi. Pada lokasi komplek pemakaman ini juga terdapat komplek makam dari keluarga tujuh turunan.

Baca Juga:


Sejarah Salah Satu Wisata di Bangkalan Bernama Situs Air Mata Ibu Arosbaya


Terkenal sebagai salah satu sumber air yang selalu mengalir, wisata ini diibaratkan sebagai tangisan ratu ibu yang tidak pernah mengenal kata kering.

Dahulu, dikisahkan, walaupun mempunyai gelar Cakraningrat I dan merupakan raja Madura, seorang pemimpin ini lebih sering berada di Mataram. Inilah yang membuat seorang Syarifah Ambani sedih dan sering meratap. Siang dan malam hari, tak kenal waktu, Syarifah Ambani sering menangis meratapi dan merindukan sosok Cakraningrat I.

Karena tidak tahan, beliau akhirnya pergi dengan tekad bertapa pada bukit yang letaknya ada di desa Buduran Arosbaya.

Pada proses bertapa yang ia lakukan, dia memohon serta berdoa pada yang Maha Kuasa. Dalam doa panjatannya, disebut semoga keturunannya hingga tujuh turunan kelak mempunyai takdir sebagai penguasa di Madura. Pada pertapaannya, beliau bertemu dengan Nabi Hidir. Pada pertemuan itu, dikabarkan doanya dikabulkan. Setelah mengetahui hal tersebut, dirinya sangat senang dan segera balik ke rumah.

Setelah kepulangannya, Syarifah Ambani bertemu dengan Raden Praseno atau Cakraningrat I yang baru saja tiba dari Mataram. Dengan semangat, Syarifah bercerita tentang hal yang baru saja dialaminya.

Syarifah yang waktu itu sangat senang, berakhir dengan kecewa. Kenapa? Karena Cakraningrat I tidak merasa senang dengan doa yang dipanjatkan oleh Syarifah. Cakraningrat berujar, kenapa hanya sampai tujuh turunan saja doanya.

Mengetahui kekecewaan suaminya, Syarifah Ambani berubah menjadi bersedih dan merasa bersalah. Beliau kembali menangis siang dan malam tidak henti hentinya, begitu mendalam kesedihannya. Air mata yang Ia keluarkan, kemudian banjir hingga hampir menjadi sumnber mata air. Sampai saat ini, legenda itu berubah dan kini menjadi salah satu wisata di Bangkalan dengan nama Air Mata Ibu Arosbaya.

Dipercaya oleh warga lokal sekitar dan juga pengunjung dari berbagai kota, tangisan ratu ibu ini adalah keramat dan sangat bisa menyembuhkan penyakit apapun yang diderita oleh penderita penyakit tersebut. Tentu, hal ini mengundang banyak orang untuk berkunjung ke tempat ini sekaligus berziarah dan mengambil sebanyak banyaknya sumber air mata ibu Arosbaya. Hingga kini, salah satu sumber air mata disini tidak pernah kering dan selalu mengeluarkan air hingga kini.

Pada setiap harinya, di lokasi ini tidak pernah tidak terdapat bis bis pariwisata yang siap sedia menghantarkan pelancong dan peziarah. Parkiran dipenuhi oleh bus dan kendaraan pribadi. Walaupun letaknya ada di desa, untuk anda yang ingin datang ke salah satu wisata di Bangkalan bernama Air Mata Ibu Arosbaya ini tak perlu khawatir perihal jalannya.

Untuk salah satu wisata yang letaknya ada di desa, akses menuju lokasi wisata ini cukup mudah dan tidak sulit sama sekali dan relatif aman dilewati.
Advertisement

Baca juga:

Buka Komentar
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar